Jelas bahwa mengadopsi teknologi terkini merupakan suatu keharusan strategis.
REPUBLIKA.CO.ID, Bulan pertama tahun 2026 belum berakhir, namun gejolak politik global sudah sangat ramai.Setelah banyak kritik terhadap operasi AS di Venezuela, Donald Trump kini menargetkan target baru: Greenland.Presiden Amerika sekali lagi menimbulkan gelombang kontroversi global dengan menyatakan keinginannya untuk "mengakuisisi" pulau terbesar di dunia yang terletak di antara Arktik dan Samudera Atlantik demi alasan keamanan nasional, bahkan menyatakan bahwa Washington akan mengambil tindakan untuk mengendalikannya "suka atau tidak."Gagasan ini menuai kecaman luas dari pemerintah Greenland, Denmark dan negara-negara sekutu Eropa, yang bersikeras bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, bukan kepentingan geopolitik Washington.
Ketegangan politik lainnya juga berdampak pada wilayah Persia. Gelombang kerusuhan yang dipicu masalah ekonomi melanda negeri para mullah selama lebih dari dua minggu, protes yang diawali dengan rasa frustasi akibat inflasi yang tidak terkendali. jatuhnya mata uang dan naiknya harga kebutuhan pokok Menyebabkan kerusuhan di kota-kota, tidak dapat disangkal bahwa kerusuhan yang diakibatkannya dieksploitasi oleh negara-negara non-blok dengan Iran, dan pemerintah Teheran secara terbuka menyalahkan penyediaan peralatan komunikasi alternatif kepada para pengunjuk rasa. Ini termasuk layanan internet satelit, seperti Starlink, yang membantu menjaga komunikasi tetap berjalan. Sekalipun jaringan nasional terputus.
Teknologi internet berbasis satelit orbit rendah telah menjadi “senjata baru” dalam konflik modern. Namun krisis di Iran justru menunjukkan sisi lain dari teknologi ini. Selain mengungkap banyaknya aset Starlink yang berhasil disita aparat keamanan, berbagai pemberitaan juga membicarakan keberhasilan Iran dalam mengganggu sinyal komunikasi Internet berbasis satelit. Keberhasilan ini sangat mengejutkan berbagai kalangan yang telah lama percaya pada teknologi komunikasi satelit dengan interferensi rendah.
Fenomena ini merupakan babak baru dalam perkembangan peperangan elektronik yang semakin kompleks dan multidimensi.Selain metode jamming, negara-negara dengan kemampuan militer tinggi seperti Rusia, Amerika Serikat, China, dan India terus melakukan penelitian dan pengembangan berbagai pendekatan lain, misalnya dengan mekanisme senjata anti satelit (ASAT).Perkembangan senjata ASAT menunjukkan bahwa dominasi di masa depan tidak lagi ditentukan oleh kekuatan di darat, laut, atau udara, tetapi juga di luar angkasa.
Perkembangan ASAT mengingatkan kita pada tugas akhir skripsi anak kedua kami, Najwa Rashika Az-Zahra Raharema, mahasiswa S1 Astronomi Institut Teknologi Bandung, tentang pengembangan pengontrol Air Launch Vehicle (ALV).Jelas bahwa penguasaan teknologi terkini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Hal itulah yang saya pikirkan saat menerima undangan 51 dosen tingkat lanjut untuk mengikuti audisi Program Doktor Penelitian Lanjutan di Universitas Amicom Yogyakarta pada Senin, 19 Januari 2026.
Dalam konteks ini, penelitian yang dilakukan oleh guru besar tetap tidak boleh sebatas pada pemenuhan kewajiban akademik saja, namun harus sengaja beradaptasi dengan kemajuan teknologi terkini.Topik penelitian yang tidak membahas dinamika global berisiko kehilangan relevansinya, bahkan sebelum disertasi atau disertasinya selesai.Mengingat percepatan pembangunan global, penelitian akademis tidak hanya dituntut valid secara metodologis, namun juga relevan secara strategis.
Gejolak geopolitik, perkembangan teknologi, dan dinamika akademis yang kita saksikan saat ini mengingatkan kita bahwa perubahan adalah suatu keniscayaan yang tidak menunggu siapa pun untuk siap.Ketika bangsa yang lalai membaca tanda-tanda zaman terancam tertinggal, bangsa yang serius mempersiapkan diri dengan penguatan pengetahuan dan penguasaan teknologi akan mendapat tempat dalam sistem global.Dalam konteks ini, surat Al-Hasir ayat 18 mengingatkan kita akan pentingnya persiapan dan perencanaan ke depan: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang berhati-hati terhadap apa yang dikerjakannya keesokan harinya (di akhirat). Wallahu a'lam.
