Website logo
Home

Blog

Bukan rasanya yang tajam dan asam, itulah penyebab sakit perut sebenarnya

Bukan rasanya yang tajam dan asam, itulah penyebab sakit perut sebenarnya

Segala makanan pedas dan asam seringkali menjadi kambing hitam ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan. KOMPAS.com - Banyak orang mengasosiasikan masalah pencernaan dengan semua makanan pedas dan asam. Namun keluhan seperti sakit perut, perut kembung, atau diare sepertinya tidak selalu dipicu...

Bukan rasanya yang tajam dan asam itulah penyebab sakit perut sebenarnya

Segala makanan pedas dan asam seringkali menjadi kambing hitam ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan.

KOMPAS.com - Banyak orang mengasosiasikan masalah pencernaan dengan semua makanan pedas dan asam.

Namun keluhan seperti sakit perut, perut kembung, atau diare sepertinya tidak selalu dipicu oleh rasa makanannya saja, melainkan oleh jenis makanan yang berbeda yang dapat memberikan efek berbeda pada setiap orang.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Gastroenterologi dan Hepatobilier RS ​​Premaya Kelapa Gading, dr.Suvito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, mengatakan pola makan sehari-hari cukup aman bagi kebanyakan orang.

Masalah biasanya terjadi pada orang yang memiliki sensitivitas tertentu terhadap bahan makanan tertentu.

Baca juga: 2 Masalah Pencernaan yang Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat Perkotaan

“Karena tidak harus pedas (atau asam) bisa menimbulkan penyakit. Misalnya, kalau lama makan paprika tidak sakit, tapi kalau makan cabai rawit, sakit,” kata dr Suvito dalam wawancara online, Selasa (3/2/2026).

Banyak orang yang menyederhanakan penyebab gangguan pencernaan hanya sekedar rasa pedas atau asam.Faktanya, reaksi tubuh seringkali berkaitan dengan komponen makanan yang dimakan, bukan intensitas rasanya.

Melihat contoh di atas, Dr. Suvito mengatakan, akan lebih tepat jika penyebab gangguan pencernaan bukan pada rasa yang dihasilkan oleh makanan tersebut, melainkan pada makanan itu sendiri.

"Yang menyebabkan sakit perut itu cabai, bukan pedas. Bukan asamnya, tapi buahnya. Tidak semua makanan itu asam (dan pedas)," kata dr Sweet.

Meski rasa makanan yang pedas dan asam bukan penyebab masalah pencernaan seseorang, dr Suwito tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari makanan berlebihan.

Baca juga: Mengapa Rasa Pedas Pada Cabai Tidak Seragam?

“Misalnya makan makanan yang pedasnya 8-10 derajat, hampir semua orang akan mengalami sakit perut, itu hal yang wajar. Kalau makan makanan yang sedikit pedas dan sedikit asam, sebagian besar dari kita bisa menoleransinya,” ujarnya.

Karena kesesuaian pola makan sangat bersifat individual, penting untuk mengenali riwayat makanan yang dikonsumsi dan hubungannya dengan gejala yang terjadi

Mewaspadai pola keluhan yang berulang setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu Anda mengetahui makanan mana yang harus dibatasi atau dihindari.

Misalnya, orang yang sering merasa kembung setelah mengonsumsi makanan yang mengandung santan sebaiknya mengurangi asupan santan dan produk turunannya.

Baca Juga: Benarkah Terlalu Banyak Makan Santan Bisa Picu Kolesterol?

Begitu pula dengan orang yang sering mengalami sakit perut setelah makan mie atau roti, biasanya berbahan dasar gandum.

“Jadi menurut saya, tidak ada satu jenis makanan pun yang bisa langsung menyebabkan gangguan usus pada setiap orang. Itu kan individu, bahan makanannya, bukan rasanya. Tidak asam, pahit atau pahit,” jelas dr Suvito.

KOMPAS.com berdedikasi untuk menyediakan informasi yang jelas, andal, dan berimbang.Dukung keberlanjutan jurnalisme transparan dan nikmati membaca bebas iklan dengan berlangganan.Bergabunglah dengan KOMPAS.com Plus sekarang

Explore daily updates and news including top stories in Sports, Tech, Health, Games, and Entertainment.

© 2025 Priangan News, Inc. All Rights Reserved.