Website logo
Home

Blog

7 kapal pesiar Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz karena perang

7 kapal pesiar Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz karena perang

Tujuh kapal tanker Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dan AS.Biaya minyak tersebut setara dengan konsumsi energi nasional selama 7 hari. Akibat perang tersebut, 7 kapal tanker Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz Kamis, 5 Maret...

7 kapal pesiar Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz karena perang

Tujuh kapal tanker Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dan AS.Biaya minyak tersebut setara dengan konsumsi energi nasional selama 7 hari.

Akibat perang tersebut, 7 kapal tanker Korea Selatan terjebak di Selat Hormuz

Kamis, 5 Maret 2026 | 14:15 WIB Jakarta, - Sebanyak tujuh kapal tanker Korea Selatan dikabarkan terjebak di sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.

Mengutip Chosun (5/3/2026), data pelacakan kapal Lalu Lintas Laut mencatat aktivitas pelayaran di sepanjang jalur strategis tersebut telah terhenti.Peta pergerakan kapal menunjukkan sebagian besar kapal tanker berlabuh di sekitar selat dan beberapa kapal bergerak menyeberang.

Diperkirakan setiap kapal tanker mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah, setara dengan konsumsi minyak Korea Selatan.Secara total, muatan ketujuh kapal tersebut diperkirakan memenuhi kebutuhan energi nasional selama tujuh hari.

Situasi ini disampaikan di Majelis Nasional Korea Selatan oleh Kim Young-bae, anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea, dalam pertemuan darurat antara kalangan bisnis dan parlemen.

“Setiap kapal membawa hingga 2 juta barel minyak mentah, setara dengan konsumsi minyak harian Korea Selatan. Karena situasi ini dapat mengganggu konsumsi minyak nasional, dunia usaha menyerukan tindakan penanggulangannya,” kata Kim.

Menurut Komite Urusan Luar Negeri dan Unifikasi parlemen Korea Selatan, kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena memburuknya situasi keamanan di kawasan Teluk.

Menurut sumber industri, kapal-kapal tersebut saat ini terjebak di sekitar Selat Hormuz dan tidak dapat mengakses jalur pelayaran ke Korea Selatan.

Sebuah perusahaan perdagangan mengatakan: "Tujuh kapal terjebak di terusan dan tidak dapat kembali ke Korea Selatan. Jika situasi ini terus berlanjut, pasokan minyak negara tersebut akan terganggu."

Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di sektor energi dan industri Korea Selatan, khususnya industri petrokimia dan kilang minyak, yang meminta pemerintah untuk segera menyiapkan tindakan penanggulangan.

Selain berdampak pada energi, konflik di Timur Tengah juga berdampak pada industri semikonduktor Korea Selatan.Pasalnya, sekitar 90% pasokan helium dunia, elemen penting dalam produksi komponen semikonduktor, berasal dari Timur Tengah.

Kim mengatakan kenaikan harga minyak juga dapat meningkatkan biaya listrik dalam negeri, sehingga menyebabkan peningkatan biaya produksi industri.

“Industri semikonduktor khawatir kenaikan tajam harga minyak dapat meningkatkan biaya listrik lokal sehingga menyebabkan peningkatan biaya produksi dan penurunan daya saing harga,” kata Kim.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran yang merupakan salah satu koridor energi terpenting di dunia.

Kawasan ini menguasai 20% perdagangan minyak global, sehingga gangguan di kawasan ini kemungkinan besar akan berdampak besar pada pasokan energi dan industri global.

Lihat berita dan artikel lainnya tentang Google Berita

Ikuti berita terbaru di saluran WhatsApp

Banjir, gangguan lalu lintas di Kendal

4 pria ditangkap di Inggris dengan tuduhan membantu intelijen Iran

Melaspas eL Hotel and Resort Bali, di tengah ombak dan doa

Rio Abdurachman tentang serangan AS-Israel terhadap Iran dan aliansi kami

Mufti Makarim mengarusutamakan ekosistem halal Indonesia

Muhammad Aras Prabowo

Explore daily updates and news including top stories in Sports, Tech, Health, Games, and Entertainment.

© 2025 Priangan News, Inc. All Rights Reserved.