Polisi Jepang menggunakan undang-undang yang berumur lebih dari satu abad untuk menangkap seorang pria.Inilah kasusnya…
TOKYO, -- Polisi Jepang menggunakan undang-undang anti-duel yang berusia lebih dari satu abad untuk menangkap seorang pria karena perkelahian yang menewaskan lawannya di distrik hiburan Kabukicho Tokyo.
Pertarungan tersebut terjadi pada bulan September 2025, ketika kedua pria tersebut sepakat untuk bertarung di Kabukicho, ibu kota Jepang paling terkenal di distrik lampu merah.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kepolisian Tokyo Mitsuhiro Hirota pada Jumat (1/9/2026).
Baca juga: Mengapa Orang Jaman Dulu Kurang Tersenyum Saat Berfoto?
Fizuki Asari, 26, penjahat pengangguran.Ditangkap pada Rabu (1/7/2026) karena dicurigai berkolusi dalam perkelahian yang mengakibatkan kematian pesaing berusia 30 tahun Naoya Matsuda.
Hirota seperti dikutip kantor berita AFP mengatakan: "Asari melakukan tindakan kekerasan seperti melempar korban. Matsuda meninggal kemudian pada 12 Oktober di rumah sakit Tokyo karena cedera kepala dan kegagalan beberapa organ.
Baca juga: Logam Tanah Jarang Langka, Kenapa AS-China Bikin Kegaduhan?
Penangkapan Asari didasarkan pada Undang-Undang Anti Duel tahun 1889.
Undang-undang mengatakan: "Siapapun yang melawan, akan dijatuhi hukuman 2-5 tahun penjara."
Asari juga didakwa melakukan pembunuhan tidak disengaja, dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara berdasarkan hukum pidana Jepang.
Meski jarang digunakan, undang-undang anti ganda ini masih berlaku di Jepang.
Misalnya, pada bulan Oktober 2025, polisi di Prefektur Gunma menggunakan ketentuan serupa untuk menangkap siswa sekolah menengah atas dan seorang pria dewasa karena diduga berkelahi, lapor Asahi Shimbun.
Baca juga: Trump Gunakan UU Makar untuk Atasi Kekerasan di LA, Jarang Digunakan AS
Berkomitmen untuk menyampaikan data yang jelas dari lapangan setiap saat Kirim rating khusus untuk mendukung jurnalisme Beri peringkat sekarang
