Taiwan melaporkan 26 pesawat militer Tiongkok terlihat di sekitar pulau itu setelah lebih dari dua minggu tidak ada aktivitas besar.
Jet tempur Tiongkok beroperasi dari waktu ke waktu di dekat Taiwan.(Agen Anatolia)
Setelah dua minggu jeda, Taiwan melanjutkan aktivitas pesawat tempur Tiongkok.
Willy Haryono • 15 Maarso 2026 18:48
TAIPEI: Taiwan melaporkan adanya penumpukan militer Tiongkok di sekitar pulau itu pada Minggu, 15 Maret 2026, lebih dari dua minggu setelah Taiwan gagal mendeteksinya dalam skala besar dan menimbulkan spekulasi di Taipei tentang niat Beijing.
Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan biasanya mengirimkan jet tempur, drone, dan pesawat militer lainnya ke sekitar pulau itu hampir setiap hari. Ketidakaktifan ini seringkali hanya disebabkan oleh faktor cuaca.
Dalam laporan harian pada Minggu pagi, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 26 pesawat militer Tiongkok di sekitar wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir, sebagian besar berada di atas Selat Taiwan.
Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 25 Februari, ketika Taiwan melaporkan melihat 30 pesawat militer Tiongkok dan Beijing menyatakan siap melakukan patroli tempur gabungan, AsiaOne melaporkan.
Penurunan aktivitas Tiongkok
Sejak 27 Februari, Taiwan melaporkan hampir tidak ada aktivitas pesawat militer Tiongkok hingga 7 Maret, ketika dua pesawat terdeteksi di wilayah barat daya Taiwan.Sejak itu, insiden yang tercatat hanya terjadi dalam skala kecil dan sporadis. Pemerintah Tiongkok belum memberikan penjelasan atas pengurangan sementara aktivitas militer dan tidak menanggapi permintaan komentar baru-baru ini.
Namun pada Sabtu malam, Kantor Urusan Taiwan yang dikelola Tiongkok dengan tajam mengkritik Presiden Taiwan Lai Tsing-tae, menekankan perlunya melindungi demokrasi Taiwan dan meningkatkan belanja pertahanan.
Seorang juru bicara kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Orang-orang seperti Lai tidak boleh melakukan kesalahan. Jika mereka ingin mengambil langkah tragis, mereka akan menggali kuburnya sendiri."
Sejumlah pejabat dan analis Taipei memperkirakan hilangnya pesawat militer China baru-baru ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor.
Beberapa diantaranya mencakup kemungkinan bahwa Beijing akan menyesuaikan strategi tekanannya menjelang rencana kunjungan AS.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan meski aktivitas pesawat militer menurun, namun kapal perang Tiongkok masih tetap berada di sekitar pulau tersebut sehingga ancaman militer belum sepenuhnya berkurang.
Baca selengkapnya: Presiden Taiwan berjanji untuk memperkuat pertahanan dalam pidato Tahun Baru Imlek
