Website logo
Home

Blog

Waspadai penyakit Kawasaki pada anak. Gejala sering kali menutupi infeksi lain

Waspadai penyakit Kawasaki pada anak. Gejala sering kali menutupi infeksi lain

Berbeda dengan demam pada umumnya, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik. Ada kelompok yang sudah tidak berkuasa lagi, namun sudah puas dengan perilaku lamanya dan ingin melakukan intervensi. Ada kelompok yang menikmati perilaku lama dan ingin...

Waspadai penyakit Kawasaki pada anak Gejala sering kali menutupi infeksi lain

Berbeda dengan demam pada umumnya, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.

Ada kelompok yang sudah tidak berkuasa lagi, namun sudah puas dengan perilaku lamanya dan ingin melakukan intervensi.

Ada kelompok yang menikmati perilaku lama dan ingin melakukan intervensi meski tidak punya kekuasaan.

Penyakit Kawasaki pada anak masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis karena gejalanya seringkali menyerupai infeksi umum lainnya.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Dr. Najib Advani, Sp.A, SubSp.Cardio(K), M.Med(Ped), mengingatkan bahwa keterlambatan diagnosis dapat berakibat fatal bagi kesehatan jantung anak.

Menurut Profesor Najib, penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi yang berlangsung setidaknya selama lima hari.

Berbeda dengan demam pada umumnya, kondisi ini tidak kunjung membaik meski pasien sudah mengonsumsi antibiotik.Selain demam, ada juga gejala klinis khas yang menyerang mata, mulut, kulit, dan kelenjar getah bening.

Gejala utamanya demam terus-menerus.Kemudian mata merah tidak mengeluarkan cairan (belek), bibir merah pecah-pecah, lidah seperti stroberi, muncul lepuh di kulit, serta telapak tangan dan kaki merah dan bengkak, kata Najib, dikutip Jumat (13/2).

Kendala utama dalam mendiagnosis penyakit Kawasaki adalah gejalanya tidak muncul secara bersamaan.

Hal ini sering menyebabkan diagnosis awal terlewat atau salah didiagnosis sebagai penyakit lain seperti campak, infeksi virus, bahkan radang usus buntu akibat keluhan sakit perut dan diare.

Gejalanya bisa muncul bertahap, tidak selalu bersamaan. Hari ini demam, besok timbul ruam, lalu mata merah. Makanya perlu pengawasan, jelas Najib yang juga aktif di Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Profesor Najib juga menyoroti tanda khusus yang sering diabaikan oleh orang tua dan tenaga medis, yaitu adanya bekas vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) di lengan anak.

Pada fase akut Kawasaki, bekas luka seringkali tampak merah dan meradang kembali.

Lanjutnya, "Pewarnaan BCG bisa berubah menjadi merah lalu aktif kembali. Itu tanda penting yang bisa dipastikan langsung tanpa tes rumit."

Seiring perkembangan penyakit, tahap selanjutnya adalah kulit di ujung jari dan jari kaki pasien mulai terkelupas.Setelah tahap akut dan subakut, muncul garis-garis horizontal pada kuku sebagai tanda tahap pemulihan telah dimulai.

Prof Najib meminta petugas kesehatan dan orang tua untuk selalu mempertimbangkan kemungkinan terkena penyakit Kawasaki jika menemukan anak mengalami gejala demam tinggi disertai ruam dan mata merah tanpa keluar cairan.

Deteksi dini sangat penting agar pasien mendapat evaluasi jantung segera untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.(Ant/Z-1)

Penyakit Kawasaki seringkali menjadi ancaman yang menakutkan bagi para orang tua karena gejalanya yang mirip dengan infeksi pada umumnya, namun berakibat fatal.

Jendela waktu emas untuk mengobati penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke 10 setelah demam pertama untuk mencegah kerusakan jantung permanen.

Kunci untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit ini adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan agar penyakit ini dapat didiagnosis sedini mungkin.

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan jika tidak ditangani tepat waktu dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk serangan jantung.

Penyakit Kawasaki adalah peradangan pembuluh darah yang biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun dan dapat berkembang menjadi penyakit jantung jika tidak diobati.

Posisinya yang sentral membuat anak merasa harus berusaha ekstra untuk sering membagi perhatian orang tuanya.

Ketimbang menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak.

Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak-anak sebagai input data AI dinilai terlalu berisiko bagi penjahat digital.

Mengingat usia putranya yang masih sangat muda, Nikita Willy lebih fokus menunjukkan semangat dan nilai spiritual dibandingkan berpuasa secara fisik.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya permasalahan sektoral, namun merupakan permasalahan nasional yang memerlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

Hak Cipta @ 2026 Grup Media - Media Indonesia.Semua hak dilindungi undang-undang

Explore daily updates and news including top stories in Sports, Tech, Health, Games, and Entertainment.

© 2025 Priangan News, Inc. All Rights Reserved.