Website logo
Home

Blog

Selebriti telah tertular campak tetapi masih berjalan-jalan.Kementerian Kesehatan: Tingkat infeksi sangat tinggi

Selebriti telah tertular campak tetapi masih berjalan-jalan.Kementerian Kesehatan: Tingkat infeksi sangat tinggi

Banyak influencer sosial yang aktif di Instagram atau selebritis Instagram yang terus bepergian meski sedang menderita cacar air.Hal ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan. JAKARTA - Baru-baru ini, seorang seleb atau seleb Instagram menjadi perbincangan warganet karena merantau saat mengidap penyakit...

Selebriti telah tertular campak tetapi masih berjalan-jalanKementerian Kesehatan Tingkat infeksi sangat tinggi

Banyak influencer sosial yang aktif di Instagram atau selebritis Instagram yang terus bepergian meski sedang menderita cacar air.Hal ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.

JAKARTA - Baru-baru ini, seorang seleb atau seleb Instagram menjadi perbincangan warganet karena merantau saat mengidap penyakit campak.

Terkait kejadian tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Andy Saguni menanggapinya.

“Campak sangat menular, dari satu orang bisa menulari 12 sampai 18 orang. Jadi kalau sakit, sebaiknya berhenti membatasi aktivitas sampai sembuh total agar tidak menular ke keluarga atau orang di sekitar Anda,” kata Andi dalam konferensi pers online, Jumat (3/6/2026).

Andy menambahkan, sebagai influencer, yang bersangkutan tidak berhak melakukan hal tersebut.

“Sebagai seorang influencer, sebaiknya jangan melakukan hal tersebut karena dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat,” imbuhnya.

Bagi yang pernah bertemu dengan para selebriti tersebut saat sedang sakit, Andy menghimbau agar segera memeriksakan kesehatannya secara mandiri.

“Jadi misalnya kalau demam, apalagi timbul ruam, sebaiknya segera ke puskesmas,” sarannya.

kematian akibat campak pada tahun 2026

Dalam kesempatan yang sama, Andy menyampaikan, total ada enam orang yang meninggal akibat campak di Indonesia selama minggu pertama hingga kedelapan tahun 2026.

“Ada penambahan satu kematian dibandingkan minggu ke 7,” ujarnya.

Andi menambahkan, keenam pasien yang meninggal tersebut tidak memiliki riwayat vaksinasi campak.Padahal, anak membutuhkan 2 dosis vaksin campak.

“Enam pasien meninggal pada tahun 2026. Enam pasien yang meninggal tidak memiliki riwayat vaksinasi, satu kali pun tidak. Vaksinasi campak sebaiknya diberikan dua kali pada usia 9 bulan dan 18 bulan.”

Ia menambahkan, “Tetapi tidak ada riwayat imunisasi di antara enam kasus meninggal tersebut.”

Enam diantaranya terjadi pada kelompok usia balita (di bawah 5 tahun), dan pasien mengalami komplikasi yang mengancam jiwa sebelum meninggal.

Penyebab kematiannya (komplikasi fatal) adalah diare, pneumonia atau pneumonia, dan bronkopneumonia, jelas Andi.

Kementerian Kesehatan Merekomendasikan Vaksinasi Campak

Sebelumnya, dia menjelaskan, tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun pada Februari 2026. Hingga minggu ke 8 tahun 2026, tercatat 45 kasus kasus langka campak (KLB) di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Hingga saat ini, jumlah suspek campak bertambah 10.453.506 orang dibandingkan minggu sebelumnya.Sedangkan kasus mencapai 8.372 kasus, meningkat 450 kasus dari minggu sebelumnya yaitu minggu ketujuh tahun 2026.

Guna menurunkan angka kejadian campak di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyikapinya dengan mendorong Report Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (Kejar Imunisasi) di wilayah yang terdampak wabah tersebut.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah memilih 102 kabupaten/kota terdampak untuk melakukan ORI dan catch up vaksinasi.ORI dilakukan di daerah endemis, sedangkan vaksinasi catch up dilakukan di daerah yang berisiko terjangkit wabah.

“Sasaran prioritasnya adalah rentang usia 9-59 bulan dan kami optimalkan targetnya pada Maret 2026, dimana lokasi pelayanannya adalah Puskesmas, Posyandu, tempat ibadah, satuan pendidikan (PAUD/TK), tempat pelayanan rumah tangga dan door to door,” kata Andi.

Explore daily updates and news including top stories in Sports, Tech, Health, Games, and Entertainment.

© 2025 Priangan News, Inc. All Rights Reserved.